Kriteria Sekolah Idaman Orang Tua Siswa, Ini Tujuh Kriterianya

Sekolah yang jadi Idaman Orang tua. nampak kalau kita pikirkan ini cukup penting bagaimana menarik simpati orang tua siswa agar mau menyekolahkan anaknya di sekolah kita, sejatinya tak mutlak tugas kita sebagai guru untuk itu namun juga sedikit banyak ada kewajiban bagaimana menciptakan sekolah yang jadi idaman para orang tua siswa.

Dari berbagai pengalaman lahirnya label sekolah favorit ini menandakan bahwa ada indikasi bahkan kriteria tertentu bagi orang tua untuk memberi restu anak-anaknya bersekolah pada tempat tertentu guna menimba ilmu pada berbagai jenjang.

Berikut kami sampaikan beberapa sekolah Idaman bagi oran tua siswa yang layak Bapak/Ibu perhatikan. jika kita cermati tidaklah terlalu sulit andai saja mau melakukannya.

Kriteria Sekolah Idaman Orang Tua Siswa, Ini Tujuh Kriterianya
Tujuh hal dibawah ini akan membuat sekolah anda lain dimata orang tua siswa kami kutip dari gurukreatif.wordpress.  Diperlukan kerjasama dari komunitas sekolah agar cap sekolah yang baik bisa sematkan pada sekolah anda oleh orang tua siswa. Jika anda sedang lakukan promosi sekolah, tujuh hal dibawah ini berguna untuk makin mengerti selera pasar.

1. Sekolah yang komunikatif
Sekolah yang komunikatif punya banyak cara untuk menyampaikan hasil kerja kerasnya pada orang tua siswa sebagai mitra dalam mendidik. Ada newsletter, buku komunikasi sampai memo singkat dan media sosial. Orang tua senang diberitahu dan dikabarkan. Walau tidak selamanya dibaca, jika mereka tahu bahwa sekolah komunikatif maka hati mereka akan adem dan merasa diperhatikan.

2. Sekolah yang kooperatif
Korporatif dalam konteks sadar bahwa tidak semua anak cepat dalam irama belajarnya. Sebagai orang tua siswa pusing juga jika anaknya dibanding bandingkan selalu dengan yang menurut guru pintar.

3. Sekolah yang religius
Sekolah yang religius tidak selalu sekolah yang melabelkan dirinya sebagai sekolah agama. Karena sekolah biasa pun bisa menampilkan dirinya sebagai sekolah yang religius jika sekolah secara rutin meminta guru agama yang ada melakukan kegiatan keagamaan yang kreatif dan menambah muatan karakter siswanya.

4. Sekolah yang kreatif.  Kreatif jadi tidak penting kalau tidak komunikatif. Bayangkan jika siswa lakukan banyak hal kreatif dalam program pembelajaran tapi sekolah tidak komunikatif. Orang tua siswa tidak tahu anaknya lakukan apa saja di sekolah. Dan tidak tahu betapa anaknya sedang diarahkan menjadi insan yang kreatif oleh sekolah. Justru yang orang tua siswa ingat adalah kerepotan ini dan itu. Lain cerita jika sekolah kreatif dan komunikatif, orang tua akan sangat setuju dan guru juga akan merasa dihargai kerja kerasnya

5. Sekolah yang visi misinya secara konsisten dijalankan. Visi misi memang abstrak sekaligus mengandung kata kerja yang menantang untuk dijalankan. Sekolah yang bagus punya semangat untuk jadi sekolah yang secara konsisten melaksanakan apa yang menjadi target sesuai visi misinya.

6. Sekolah yang punya disiplin. Banyak orang tua yang sadar bahwa sekarang bukan jamannya lagi hukuman fisik. Saat yang sama mereka sadar bahwa sekolah mesti punya cara untuk membuat siswanya sadar dan termotivasi dari dalam diri sendiri untuk berubah dalam hal karakter dan konsep diri. Orang tua siswa senang dengan sekolah yang bisa membuat anaknya sadar tanpa menyakiti dan merendahkan harga diri anaknya.

7 . Sekolah yang Kegiatannya semarak. Sekolah jaman sekarang salah jika semata hanya mengurusi akademis. Apa bedanya dengan bimbingan belajar? Sekolah mesti punya cara agar akademis dan keterampilan hidup siswanya bisa seimbang. Orang tua siswa senang jika anaknya sibuk dan banyak kegiatan apalagi jika kegiatannya bermakna dan berguna bagi masa depan. Ekskul yang kreatif bisa menjadi solusi.

Jangan lupa juga catatan terpenting kadang kala kualitas bangunan pun juga masuk hitungan orang tua siswa, bangunan sekolah yang rusak, kebersihan dan perawatan yang tak terjaga tak bisa kita nampikkan guna meningkatkan kondusifnya proses Kegiatan Belajar dan Mengajar.
Untuk diketahui juga silahkan baca Jumlah Siswa jadi Syarat Tunjangan Sertifikasi
2 comments
budi santosa

setuju pak.. salam pendidikan dari kalimantan tengah

Reply

Note: Only a member of this blog may post a comment.